Senin, 28 Juli 2014

Puisi: Minuman Pemberi Jawab




Minuman Pemberi Jawab
Judas Yudhistira


Purnama Pekat,
Tanda larut sudah dekat
Namun diamku telah menjadi virus
Yang telah menyebar dalam 1 garis lurus
Tak ada sang pencerah hari ini

ide
Ide yang menyelamatkan hidup
Dari semangat yang kian redup.

Kulirik sebuah aroma
Aroma tak bernama
Aroma yang membentuk melodi dalam kepulan asap
Aroma yang dinantikan
Aroma yang menggoda untuk dicicip

Tegukan pertama
Kulihat sekumpulan para filsuf,
Dari Socrates, Plato, Aristoteles hingga Da Vinci
Dan kami berbincang untuk mencari tahu ,
Manakah yang paling penting,
Ilmu Pengetahuan atau Ilmu perdamaian.

Tegukan Kedua,
Terlihat semua Raja dunia,

Alexander , Pilatus , Firaun hingga  Agustus
Kami berbincang-bincang,
Mengenai runtuhnya Yunani dan Bangkitnya Roma.
 Manakah yang paling penting dalam Negara.
Kesejahteraan atau Kedudukan

Tegukan ketiga,
Terlihat barisan para Dewa,
Zeus, Osiris, Jupiter  hingga Siwa
Kami berbagi cerita,
Bagaimana cara menciptakan dan menghancurkan dunia

Tegukan keempat,
Kubertemu dengan para penyebar ajaran kasih
Yesus, Krisna, Siddharta, hingga Sai Baba
Kami berdiskusi,
Siapa pencipta agama
Untuk apa agama ada,
DImana letak estetik sebuah agama

Tegukan kelima,
Kumelihat sesorang,
Manusia yang seperti diriku.
Manusia yang mirip dengan ku.
Aku melihat aku.
Aku adalah aku.
Aku yang  melihat semua sifat diriku yang tidak diketahui oleh aku.
Aku yang selalu diam tanpa imajinasi dalam buku
Aku mulai bertanya,
Untuk apa aku hidup.
Alasan apa yang aku punya dalam hidup ini

Hingga sampai pada tegukan terakhir,
Aku bertanya-tanya.
Sihir apa yang kau punya,
Terbuat dari apa kau ini
Untuk apa kau diciptakan
Mengapa kau menghadirkan imajinasi liar  yang tak pernah terpikirkan

Sampai akhirnya aku menggerakan tangan,
Kuraih pensil dan kertas.
Dan aku sadar,
Diamku telah runtuh oleh sebuah minuman.
Minuman para Dewa, Minuman para Raja, Minuman para filsuf.
warisan alam yang tak tertandingi.
Karena itu aku Menjulukimu,
Minuman Pemberi Jawab



Tanjung Priok, 21 Maret 2014




Tidak ada komentar:

Posting Komentar