Minuman Pemberi Jawab
Judas Yudhistira
Purnama Pekat,
Tanda larut sudah dekat
Namun diamku telah menjadi virus
Yang telah menyebar dalam 1 garis lurus
Tak ada sang pencerah hari ini
ide
Ide yang menyelamatkan hidup
Dari semangat yang kian redup.
Kulirik sebuah aroma
Aroma tak bernama
Aroma yang membentuk melodi dalam kepulan asap
Aroma yang dinantikan
Aroma yang menggoda untuk dicicip
Tegukan pertama
Kulihat sekumpulan para filsuf,
Dari Socrates, Plato, Aristoteles hingga Da Vinci
Dan kami berbincang untuk mencari tahu ,
Manakah yang paling penting,
Ilmu Pengetahuan atau Ilmu perdamaian.
Tegukan Kedua,
Terlihat semua Raja dunia,
Kami berbincang-bincang,
Mengenai runtuhnya Yunani dan Bangkitnya Roma.
Manakah yang paling
penting dalam Negara.
Kesejahteraan atau Kedudukan
Tegukan ketiga,
Terlihat barisan para Dewa,
Zeus, Osiris, Jupiter hingga Siwa
Kami berbagi cerita,
Bagaimana cara menciptakan dan menghancurkan dunia
Tegukan keempat,
Kubertemu dengan para penyebar ajaran kasih
Yesus, Krisna, Siddharta, hingga Sai Baba
Kami berdiskusi,
Siapa pencipta agama
Untuk apa agama ada,
DImana letak estetik sebuah agama
Tegukan kelima,
Kumelihat sesorang,
Manusia yang seperti diriku.
Manusia yang mirip dengan ku.
Aku melihat aku.
Aku adalah aku.
Aku yang melihat
semua sifat diriku yang tidak diketahui oleh aku.
Aku yang selalu diam tanpa imajinasi dalam buku
Aku mulai bertanya,
Untuk apa aku hidup.
Alasan apa yang aku punya dalam hidup ini
Hingga sampai pada tegukan terakhir,
Aku bertanya-tanya.
Sihir apa yang kau punya,
Terbuat dari apa kau ini
Untuk apa kau diciptakan
Mengapa kau menghadirkan imajinasi liar yang tak pernah terpikirkan
Sampai akhirnya aku menggerakan tangan,
Kuraih pensil dan kertas.
Dan aku sadar,
Diamku telah runtuh oleh sebuah minuman.
Minuman para Dewa, Minuman para Raja, Minuman para filsuf.
warisan alam yang tak tertandingi.
Karena itu aku Menjulukimu,
Minuman Pemberi Jawab
Tanjung Priok, 21 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar