Minggu, 27 Juli 2014

Puisi: Rumah Diujung Gang




Rumah Diujung Gang
Judas Yudhistira

Disini…
Dirumah ini aku menyapa dunia,
Dunia 4x6 meter milikku
Tanpa penghuni dalam setiap inchi.

Disebelah kanan,
Terdapat tangis anak yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya.

Disebelah kiri,
Terlihat sosok pelacur yagn jatuh dalam pelukan pemabuk jalanan.

Setiap  1 centimeter,
Terdapat puntung yang yang dihisap para setan jalanan,
Dengan dua belah belati merah kirmizi ditangan dengan terbahak-bahak.

Setiap  1 meter,
Berserakan kartu ningrat dan Joker dari para pesulap uang.

Setiap 10 meter,
Bertumpuk jarum yang menggunung,
Sehabis digunakan mereka yang ingin meninggal sesaat.

Disinilah aku besar.
Disinilah aku mengerti kehidupan.
Kehidupan pahit yang bukan untukku,
Kepahitan yang membuatku takut
Kepahitan yang harus dirasakan semua indraku.

Aku seperti perawan di sarang orang sundal
Yang akan membersihkan dosa dunia lewat keturunanku.
Kepolosan dan ketidakmengertian mungkin akan membunuhku.
Namun keberanianlah perisai yang kupunya.

Inilah istanaku,
Istana yang membuatku mengerti berharganya keluguan dan bahayanya diam.
Surga yang kupunya dari nerakanya hidup.
Surga yang hampir menyatu dengan tanah,
Surga dengan lingkungan para Siwa.


Tanjung Priok, 16 Maret 2014





Tidak ada komentar:

Posting Komentar