PELITA KERENDAHAN HATI
Bila disanjung, merendahlah
Bila direndahkan, berbahagialah
Bila tidak dianggap, senyumlah
Bila tidak disukai, tenangkan hati
Bila diagungkan, waspadalah
Bila ditinggikan, berhati-hatilah
Bila dibenarkan, tanyalah lagi
Bila disalahkan, evaluasi lagi
Bila hampa, carilah kesegaran
Bila lemah, kuatkan semangat
Bila jatuh, bangunlah secepatnya
Bila tak ada yang mengerti, jalan saja
Bila dicaci maki, diamlah
Bila dicibir, Tak usah diurusi
Bila difitnah, jangan membela diri
Bila ditekan, belajarlah menyelaraskan.
Penerimaan bukan dengan pembenaran, sikapnya terlihat
dalam kerendahatian. Bila
masih ada ego untuk melawan apa saja, gerak ketulusan masih terkontaminasi juga.
masih ada ego untuk melawan apa saja, gerak ketulusan masih terkontaminasi juga.
Ada yang melawan disangka benar, ada yang tidak
melawan disangka salah. Ada yang diam saja disangka tidak punya pendirian, ada
yang selalu tenang untuk memahami ketiganya.
Rendah hati itu bagai minyak bagi tubuh. Nyala
kepribadian jadi pelita hatinya. Harumnya bagai cahaya berpendar terang. Tak
terlihat namun membawa perubahan.
Pelita kerendahan hati menerima kehidupan dibumi
sebagai kehendak Ilahi tak pernah lari, hadapi semua ini.
Sumber: Broadcast BBM dari Fredy Hoeik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar