Jumat, 26 September 2014




Daun Lima Ruas
Judas Yudhistira


Militer memburumu
Polisi memburumu
Hukum memburumu
Pemerintah memburumu
Mengapa semua system Negara memburumu
Kesalahan apa yang membuatmu diburu

Kau
Ya kau
Kau yang hijau
Kau yang unik
Kau yang menghadirkan beragam sensasi

Sebuah tanaman,
Tanaman dengan daun lima ruas.
Sama seperti lima jari tangan manusia
Meskipun lima,
Kau tidak bisa disamakan Pancasila.
Karena kau mempunyai hukum sendiri,
Lima dasar yang hanya kau dan mereka mengerti, yang terkandung dalam kelima ruasmu.
Serta Lima pertanyaan yang selalu kau lontarkan.


Ruas Pertama,
Melambangkan kebebasan,

Kebebasan mu banyak arti
Namun satu tujuan
Hukum
Ya, bebas dari hukum yang menjerat
Kau selalu tumbuh mengumpat
Karena kau hidup dalam ketakutan
Ketakutan akan mereka yang memburumu.
Ketakutan kehilangan semua clanmu
Ketakutanmu menimbulkan satu pertanyaan,
Dimana
Dimana aku bisa tumbuh bebas?

Ruas Kedua,
Melambangkan perdamaian.
Mungkin karena ruas kedua ini,
Yang membuat symbol dua jari menjadi symbol perdamaian.
Ruas yang membuka matadunia
Ruas harapan semua anak
Ruas yang mengusir rasa takut semua anak.
Mereka yang ingin bermain saat dunia dihujani mesiu.
Mereka yang merindukan temannya tanpa pandang bulu.
Kau juga ingin damai.
Hidup tanpa diburu.
Hidup dengan tenang
Pertanyaanmu sama seperti semua anak
Kapan
Kapan aku bisa tumbuh dengan damai.?

Ruas ketiga
Melambangkan Persatuan
Kaulah lambang persatuan Sila ketiga kami
Bukan beringin yang dapat rontok oleh angin
Kau rangkul semua makhluk
Semua yang dekat dengan mu akan merasa setara
Dihapuskanlah gelar ningrat jika didekatmu
Semuanya menjadi satu kulit, satu agama, satu golongan dan satu tujuan
Semua adalah satu
Namun kau tidak pernah bersatu dengan pemerintah
Kau sangat membenci pemerintahan.
Pemerintahan yang munafik
Pemerintahan yang tidak suka diusik
Pemerintahan orang Fasik.
Saking bencinya kau kepada pemerintahan
Kau mengacungkan ruas ketigamu tinggi-tinggi dilangit.
Mengecam semua pejabat Negara.
Mengutuki mereka
Orang-orang yang juga ingin melawan pemerintah selalu mencarimu.
Namun kau hanya membisikan tiga kata.
‘’Lawanlah…Jangan takut’’
Tiga kata yang mewakili tiga ruasmu
Namun,
Dibalik bencinya kau terhadap system pemerintahan
Kau tetap bertanya.
Apa
Apakah aku salah.?

Ruas Keempat
Melambangkan Kehidupan
Kau sangat mengerti hidup
Karena itu kau dijuluki daun kehidupan
Daun pemberi hidup
Daun yang dicari banyak orang, daun penghenti perang
Orang yang ingin mengerti hidup selalu mencarimu
Tak peduli di kebun, hutan. Atau taman tetangga.
Kebijakasanaanlah yang kau tawarkan
Bob Nesta tak pernah berhenti menghisapmu untuk mendapatkan kebijaksanaan.
Aku yakin Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa bukan karena Buah ilmu pengetahuan,
Melainkan karena daun kehidupan
Daun yang membuat kehidupan seolah mudah
Seolah hidup hanya hari ini saja
Tidak peduli kemarin,  besok maupun esok lusa
Kehidupan yang kau tawarkan hanya sebatas 24 jam.
Kebijaksanaan satu hari yang kau sediakan.
Namun dibalik kebijaksanaan mu,
Kau masih menyisakan satu pertanyaan.
Mengapa
Mengapa aku diciptakan?

Ruas Kelima
Inilah ruas yang kau banggakan.
Ruas yang melambangkan keseimbangan.
Keseimbangan kehidupan sesungguhnya.
Kau tahu keseimbangan dapat membuat manusia berjalan,
Tanpa keseimbangan mereka hanya bisa berbaring dan ngesot.
Itu bukan keseimbangan sesungguhnya.
Keseimbangan sejatinya adalah Kau.
Tanpa kau,
Kedokteran akan berjalan timpang.
Kuliner akan kehilangan lidahnya.
Seniman akan kehilangan imajinasinya.
Polisi akan kehilangan penghasilan sampingannya.
Tidak ada istilah 4:20 dan pasal 127

Selalu ada yang baik dan jahat didunia ini.
Semua orang yakin, yang baik datang dari Tuhan dan yang Jahat dari Setan.
Setan selalu menjadi bantalan dan tuduhan.
Tidak ada kata Setan dalam kamusmu.
Kau selalu percaya yang baik dan jahat asalnya dari Tuhan.
Bagimu Setan adalah manusia sendiri.
Tuhan mengaruniakan Ying dan Yang dalam dirimu.
Dalam tumbuhan kecil seperti singkong, namun dengan gerigi disampingnya.
Dalam keseimbangan yang terdapat didirimu.
Masih tersisa satu pertanyaan dalam dirimu.
Siapa
Siapakah aku ini.?

Tanpamu,
Karya ini  tak pernah ada




Tanjung Priok, 27 April 20I4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar