Sabtu, 03 Oktober 2015


BOCAH PENJAJA REVOLUSI
THOBI YEVERSON A  ORA

Gerimis pagi hari membuat ku malas pergi kepasar,
Dengan langkah gontai kupaksa beranjak dari ranjang tua yang membuatku semakin menua,
Hari ini gerimisnya romantis,
Karena dihujani aksara-aksara jinak dari rezeki pujangga yang tamak,

Disudut pasar yang senyap,
Kulihat bocah kecil sedang menggelar dagangannya tanpa memakai  payung.
Kudatangi bocah yang basah kuyup menggigil tersebut.
“Apa yang Kau jual nak?” tanyaku dengan penasaran
“Saya menjual revolusi om.” Jawabnya dengan manis
“Aku beli satu deh revolusinya.”
“Yang kanan atau yang kiri om? Kalau yang kiri sudah habis di borong pemuda-pemuda sombong sok keren itu om.  Kalau yang kanan masih banyak.”
“Buat apa kau jual yang kanan nak? Kita hidup bukan dari kasih sayang penguasa, Kita hanya jadi mesin pencetak uang.  Kalau yang setengah kanan dan kiri ada gak nak?”
“Tidak jual om. Karena (demokrasi) selalu dikebiri.”

Tanjung Priok, 21 September  2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar