Kamis, 05 Februari 2015


Yang kuhadirkan kepadamu hari ini, hanya sekumpulan kalimat acak....
Semoga kau menikmati....

Jangan Galau Hari Ini
Judas Yudhistira

Keluh kesahmu meyatukan dua dunia, duniamu dan duniaku. Ibarat terdapat benang merah yang menyatukan semua tangisanmu dan perhatianku.

Dalam hidupmu selalu terdapat gemuruh kegundahan yang melahirkan segala keputusasaan, namun keputusasaanmu mewarnai hariku dari hidup yang kian membosankan. Diam dan mendengarkan adalah salah satu senjata ampuh agar kau menyerahkan semua kegelisahanmu dari tidak asyiknya dunia. Kau selalu berfikir, Mengapa cobaan hari ini lebih banyak dari kemarin,? Apakah cobaan selalu datang tiap jam dengan selalu menambahkan tiap porsinya? Bagaimana cara menemukan solusi dari setiap porsi masalah? Mengapa ini? Bagaimana itu? Lalu apa? Terlalu banyak tanda tanya yang kau lontarkan kepadaku. Aku masih diam dan mendengarkan.

Permasalahanmu dengan keluarga adalah warna merah bagiku, masalahmu dengan pacar adalah warna hijau yang kau berikan. Pertengkaranmu dengan teman sudah menjadi warna kuningnya, dengan Keluhanmu dari hambarnya hidup adalah warna ungunya. Ketika kau memberikan kepingan-kepingan masalahmu kepadaku, aku akan menghadirkan pelangi bagimu. Akulah sang pengumpul kepingan warna yang kau anggap hina, karena diamku telah menaklukanmu. Aku akan memberikan warna putih bagimu. Karena konon jika warna putih dibiaskan akan menghasilkan warna pelangi. Mejikuhibiniu.Kepingan warna diberikan, kau dapat pelangi yang membuat harimu putih. Cukup untuk mengatasi galaumu  hari ini. Aku masih diam dan mendengarkan.

Aku bukanlah Kahlil Gibran yang sanggup melontarkan sajak-sajak indah untuk membuatmu bahagia. Aku bukanlah Tuhan yang sanggup menghadirkan kebijaksanaan dalam setap pertanyaan yang kau lontarkan. Aku bukanlah Nick Vudjikik yang menjadi tidak terbatas dengan keterbatasannya. Aku bukanlah John Lenon yang mampu menghiburmu dengan berbagai nada. Aku hanyalah aku. Hanya diam yang bisa kuberikan kepadamu. Aku hanya bisa mendengarkan segala risaumu. Aku masih diam dan mendengarkan.

Memang keinginan tak selalu sama dengan kebutuhan. Mungkin kau ingin ada orang yang selalu menemani di stiap masalah yang kau ikuti. Namun kau sadari, kau lebih membutuhkan orang yang duduk diam dan mendengarkan semua kegelisahanmu. Bahkan lebih dari itu, kau membutuhkan orang yang mengerti segala keluh kesahmu dari hari yang galau, orang yang galau, dunia yang galau, hidup yang galau. Galau, galau, galau, dan galau. Itu yang selalu kau hadapi. Mengapa kau memilih aku? Karena kau tau, aku tak hanya duduk diam dan mendengarkan. Lebih dari itu, kau tau bahwa aku duduk diam, mendengarkan, dan tiba-tiba merasakan. Tiga unsur yang menyelamatkanmu dari fananya hidup.

Untukmu sahabat,
Jangan Galau Hari Ini.

Tanjung Priok, 01 Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar