Jumat, 03 Oktober 2014



Puisi : Sepinggan Rindu
Judas Yudhistira

Entah apa yang harus dilakukan
Jika rindu  naik ke permukaan
Hati bertanya, logika menyerukan
Bagaimana rasa ini dapat disajikan?

Rindu  bentuk permasalahan sosial manusia,
Dimana gelisah menjadi gejala utamanya
Kesabaran merupakan hal yang paling diuji
Sejenak menunggu hal yang tidak patut dipuji

Seseorang bertanya kepada yang lain,
Apakah ada obat penawar rindu?
Seseorang yang berada di seberang pun menjawab,
Bertemu adalah obat yang paling ampuh

Aku melihat kedalam diriku,
Bertanya-tanya seakan tak tahu,
Dan menjawab seakan sok tahu

Sesungguhnya tak ada penawar rindu,
Karena rindu ada bukan untuk di tawar,
Rindu ada bukan pula untuk di minta,
Tapi rindu ada untuk dipuaskan.


Bertemu merupakan solusi yang paling klasik,
Obat paling tidak mujarab di dunia
Bagaimana bisa masalah hati diobati dengan fisik,
Itu akan membuat hati kian menderita

Memang susah kalo bicara soal hati,
Sebab hati bukanlah benda mati
Sesungguhnya hati bukanlah sebuah teori,
Berbeda dengan relativitas dan evolusi
Hati merupakan sesuatu yang kita curi,
Dari pencipta yang Maha Abadi

Diriku bertanya kepada diriku,
Bagaimana  cara mengobati rindu,
Diriku terdiam hening karena tahu
Jawaban tersebut tidak ada dalam buku

Rindu bukanlah ilmu pasti,
Metode ilmiah pasti bukan solusi
Rindu juga bukan imajinasi,
Karena solusi bukan terletak pada inspirasi

Sebenarnya rindu adalah seleksi,
Dimana logika tak mau basa-basi
Dan hati enggan tereliminasi

Perpaduan dua komponen yang tak mau mengalah,
Keduanya sungguh tak mau menyerah
Jika ada salah satu yang kalah,
Jiwa seakan terpecah belah

Seseorang kekeh mempertahankan jawaban,
Bahwa rindu dapat diobati dengan bertemu,
Aku bertanya balik kepada beliau,
Aku sedang rindu kepada almarhum ibuku,
Dapatkah aku bertemu?

Dapatkah aku berbincang dengan ibuku,
Sekedar bertanya kabar dan mengatakan hallo,
Sekedar bertanya apakah ibu sudah makan,
Sekedar menceritakan pengalaman yang kudapatkan hari ini,
Sekedar tertawa bahwa aku mendapatkan pacar baru,
Sekedar memberi informasi bahwa aku sedang sakit,
Sekedar mengeluh tentang kerasnya hidup ini,
Sekedar mengatakan aku lelah dan ingin berbaring di pangkuanmu,
Sekedar menangis dalam pelukanmu,
Dan sekedar mengatakan bahwa aku cinta padamu.

Tidak ada yang bisa mengobati rindu pada ibu,
Berbincang merupakan hal yang paling istimewa,
Disaat mereka telah tiada

Kini ku mengerti,
Doa merupakan satu-satunya solusi,
Sebab doa merupakan perbincangan dari hati ke hati
Satu-satunya system yang tidak mempunyai perantara

Hari ini aku paham,
Doa merupakan solusi rindu,
Sebab rindu terpuaskan ketika kita berdoa
Sebab dalam doa terdapat rindu.

Tanjung Priok, 27 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar